MENGENAL SYARAT PENYERAHAN BARANG PADA PERUSAHAAN DAGANG

Syarat penyerahan barang - Setelah sebelumnya dibahas tentang syarat-syarat pembayaran, maka dalam artikel ini akan dibahas tentang syarat-syarat penyerahan barang dalam perusahaan dagang.

Apa itu syarat penyerahan barang? Apa saja syarat pembayaran yang lazim digunakan dalam perusahaan dagang? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat anda jawab setelah anda memahami artikel ini dengan seksama, silahkan pahami pemaparan syarat penyerahan barang pada perusahaan dagang berikut ini.



Syarat penyerahan barang dalam akuntansi diartikan sebagai sebuah kesepakatan antara penjual dan pembeli tentang tempat suatu barang dagang yang diperjual belikan akan diserahterimakan serta memuat penyerahan tanggung jawab atas barang dagang yang dibeli kepada pembeli.

Dengan demikian dalam syarat penyerahan barang menjelaskan pihak mana (penjual atau pembeli) yang menanggung biaya angkut pembelian barang dan resiko atas barang yang dibeli dari gudang penjual ke gudang pembeli.

Syarat penyerahan  barang yang lazim digunakan pada jual beli barang yaitu Free on board shipping Point atau dapat disingkat FOB Shipping Point dan syarat penyerahan barang Free on board Destination Point atau dikenal dengan Cost and Freight (C dan F). Selengkapnya tentang kedua syarat penyerahan barang tersebut dapat disimak berikut ini:

Syarat Penyerahan Barang FOB Shipping Point

Syarat penyerahan barang ini menyatakan bahwa segala beban serta tanggung jawab atas barang sudah beralih ke pihak pembeli sejak barang yang dibeli tersebut keluar dari gudang penjual.

Dengan demikian ketika barang sudah keluar dari gudang penjual, transaksi jual beli barang dapat langsung dilakukan pencatatan (penjurnalan) oleh pihak penjual maupun pembeli, meskipun barang yang dibeli tersebut belum sampai kegudang pembeli.

Contoh Ilustrasi Pembelian Barang dengan Syarat FOB Shipping Point



Pada tanggal 7 agustus 2014, dibeli barang dagang pada CV Hidayah seharga Rp 4000.000 dengan syarat 2/10,n/60 dan dibayar biaya angkut pembelian barang secara tunai sebesar Rp 200.000.

Berdasarkan transaksi di atas maka pencatatan dalam jurnal oleh pembeli dengan syarat penyerahan barang FOB Shipping point adalah sebagai berikut:

Pencatatan syarat penyerahan barang FOB Shipping Point

Syarat Penyerahan Barang FOB Destination Point

Syarat penyerahan barang ini menyatakan bahwa segala beban atau biaya angkut serta tanggung jawab atas barang menjadi tanggung jawab penjual hingga barang tersebut sampai ke gudang pembeli.

Dengan demikian transaksi pembelian barang tersebut dapat dijurnal apabila barang yang dibeli tersebut telah sampai ke gudang pembeli.

Apabila pembelian barang dilakukan dengan syarat penyerahan barang FOB Destination Point maka pembeli tidak dapat mengetahui besarnya biaya angkut pembelian karena biaya angkut sudah melekat pada harga barang yang dibeli, jadi yang dicatat dalam pembukuan pembeli adalah harga beli barang dagang.

Contoh ilustrasi pembelian barang dengan syarat FOB Destination Point

Pada tanggal 7 agustus 2014, dibeli barang dagang pada CV Hidayah seharga Rp 4.200.000 dengan syarat 2/10,n/60.

Berdasarkan transaksi di atas maka pencatatan pada jurnal oleh pembeli dengan syarat penyerahan barang FOB Destination Point adalah sebagai berikut:

Syarat penyerahan barang FOB Destination Point
Demikianlah Pembahasan tentang syarat penyerahan barang pada perusahaan dagang. Setelah anda mengerti Konsep tentang syarat penyerahan barang maka selanjutnya pahamilah artikel tentang jurnal khusus perusahaan dagang. Semoga artikel ini memberikan pemahaman kepada anda tentang syarat penyerahan barang dalam perusahaan dagang.

MENGENAL SYARAT PENYERAHAN BARANG PADA PERUSAHAAN DAGANG Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.