MENGENAL PENDEKATAN LABA-RUGI DAN NERACA DALAM AKUNTANSI

Pendekatan laba-rugi dan pendekatan neraca merupakan dua pendekatan yang digunakan dalam pencatatan dalam ilmu akuntansi, pencatatan yang dimaksud disini antara lain penyusunan jurnal umum, penyusunan jurnal penyesuaian dan sebagainya.



Pendekatan laba-rugi kerapkali disebut juga dengan pendekatan beban sedangkan pendekatan neraca kerapkali dikenal dengan pendekatan harta.

Ketika anda mengerjakan soal akuntansi, mungkin kadang anda menemui soal yang terkait dengan pendekatan neraca atau pendekatan laba-rugi, misalnya buatlah jurnal penyesuaian dengan pendekatan neraca, atau jika transaksi tanggal xxx dicatat sebagai harta maka buatlah jurnal penyesuaiannya dan soal-soal jurnal penyesuaian serupa lainnya.

Mengenal ciri-ciri pendekatan laba-rugi dan neraca secara benar

apa itu pendekatan laba-rugi dan pendekatan neraca?
Berikut ini akan dipaparkan beberapa hal yang menjadi ciri-ciri pendekatan laba-rugi dan pendekatan neraca. Pengetahuan ini perlu anda pahami agar anda dapat memutuskan apakah pendekatan yang harus digunakan, atau bagaimanakah cara menerapkan pendekatan laba-rugi atau neraca yang benar, dan bagi anda yang masih seorang pelajar atau mahasiswa pemahaman terkait kedua pendekatan tersebut penting untuk memutuskan dalam menjawab soal jurnal penyesuaian ketika dalam soal tidak memerintahkan apa pendekatan yang harus digunakan, sehingga dengan memahami ciri-ciri kedua pendekatan ini anda dapat yakin untuk menggunakan pendekatan yang tepat sesuai soal yang anda hadapi.

Ciri-ciri Pendekatan Laba-Rugi dalam Akuntansi

  1. Ketika menjurnal transaksi beban dibayar dimuka, maka mencatatnya sebagai beban X, yaitu dengan mendebit beban X dan mengkredit Kas. Contohnya ketika membayar beban asuransi maka menjurnalnya dengan mendebit beban asuransi dan mengkredit kas dengan jumlah sebesar nilai beban asuransi tersebut.
  2. Ketika menjurnal transaksi pendapatan diterima dimuka, maka mencatatnya sebagai Pendapatan X, yaitu dengan mendebit kas dan mengkredit pendapatan sebesar jumlah uang yang diterima. Contoh ketika menerima pendapatan sewa diterima dimuka maka menjurnalnya dengan mendebit kas dan mengkredit pendapatan sewa.
  3. Ketika menjurnal transaksi pembelian perlengkapan, maka mencatatnya sebagai beban perlengkapan, yaitu dengan mendebit akun beban perlengkapan dan mengkredit akun kas atau hutang.
  4. Neraca saldo perusahaan yang menerapkan pendekatan laba-rugi TIDAK TERDAPAT akun beban-beban yang dibayar dimuka seperti asuransi dibayar dimuka (piutang pendapatan asuransi), sewa gudang dibayar dimuka (piutang pendapatan sewa gudang) dan sebagainya dan tidak terdapat pendapatan-pendapatan yang diterima dimuka seperti pendapatan sewa diteima dimuka (utang sewa), pendapatan iklan diterima dimuka (utang iklan)  dan sebagainya.
  5. Dalam neraca saldo terdapat akun beban perlengkapan (dalam kelompok beban).

Ciri-ciri Pendekatan Neraca Dalam Akuntansi



  1. Ketika menjurnal transaksi beban dibayar dimuka, maka mencatatnya sebagai “X dibayar dimuka”, yaitu dengan mendebit X dibayar dimuka dan mengkredit Kas. Contohnya ketika membayar beban asuransi maka menjurnalnya dengan mendebit asuransi dibayar dimuka dan mengkredit kas dengan jumlah sebesar nilai asuransi yang dibayarkan tersebut.
  2. Ketika menjurnal transaksi pendapatan diterima dimuka, maka mencatatnya sebagai Pendapatan X diterima dimuka, yaitu dengan mendebit kas dan mengkredit pendapatan X diterima dimuka sebesar jumlah uang yang diterima. Contoh ketika menerima pendapatan sewa diterima dimuka maka menjurnalnya dengan mendebit kas dan mengkredit pendapatan sewa diterima dimuka (utang sewa).
  3. Ketika menjurnal transaksi pembelian perlengkapan, maka mencatatnya sebagai perlengkapan, yaitu dengan mendebit perlengkapan dan mengkredit akun kas atau hutang.
  4. Neraca saldo perusahaan yang menerapkan pendekatan Neraca TERDAPAT akun beban-beban yang dibayar dimuka seperti asuransi dibayar dimuka (piutang pendapatan asuransi), sewa gudang dibayar dimuka (piutang pendapatan sewa gudang) dan sebagainya dan terdapat pendapatan-pendapatan yang diterima dimuka seperti pendapatan sewa diterima dimuka (utang sewa), pendapatan iklan diterima dimuka (utang iklan)  dan sebagainya.
  5. Dalam neraca saldo terdapat akun perlengkapan (pada kelompok harta).

Demikianlah ciri-ciri yang diharapkan dapat anda kenali untuk membedakan antara pendekatan laba-rugi dengan pendekatan neraca dalam ilmu akuntansi.

Setelah anda dapat membedakannya maka anda akan lancar ketika menjumpai soal akuntansi khususnya soal terkait jurnal penyesuaian yang pada soalnya tidak diperintahkan harus memakai pendekatan laba-rugi atau pendekatan neraca namun anda disuru memutuskan secara mandiri.

Semoga penjelasan tentang pendekatan laba-rugi dan neraca dalam akuntansi dapat bernilai untuk peningkatan prestasi anda.

MENGENAL PENDEKATAN LABA-RUGI DAN NERACA DALAM AKUNTANSI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.