KERTAS KERJA ATAU NERACA LAJUR DALAM AKUNTANSI

Pengertian dan fungsi kertas kerja atau neraca lajur

Kertas kerja yang dapat disebut juga Neraca lajur dalam ilmu akuntansi merupakan sebuah daftar yang terdiri dari beberapa kolom meliputi kolom neraca saldo, kolom penyesuaian, kolom neraca saldo disesuaikan, kolom laba-rugi dan kolom neraca.


Jadi Neraca Lajur atau Kertas Kerja memuat seluruh data akuntansi yang relevan dalam proses penyusunan laporan keuangan,

Kertas kerja berfungsi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Dalam Neraca lajur terdapat 5 bagian judul kolom sebagaimana disebutkan di atas yaitu mulai dari kolom neraca saldo sampai kolom neraca, kelima judul kolom tersebut tersedia jika bentuk kertas kerja-nya adalah bentuk kertas kerja 10 kolom.

Bentuk kertas kerja 10 kolom merupakan bentuk neraca lajur yang sering digunakan. Selain bentuk kertas kerja 10 kolom ada tiga bentuk lainnya yaitu bentuk kertas kerja 6 kolom, bentuk 8 kolom dan bentuk 12 kolom.

Kertas kerja atau Neraca Lajur hanya berfungsi untuk memberi kemudahan dalam proses penyusunan laporan keuangan dalam perusahaan, yang meliputi laporan laba-rugi suatu perusahaan, laporan neraca maupun laporan perubahan modal.

Apakah kertas kerja atau neraca lajur harus dibuat atau disusun? Telah disebutkan diatas bahwa kertas kerja hanya berfungsi memudahkan pembuatan laporan keuangan, jadi jika tidak menyusun kertas kerja maka laporan keuangan juga bisa dibuat, namun untuk para siswa yang baru mempelajari akuntansi dasar maka tidak ada salahnya membuat kertas kerja dengan tujuan untuk memudahkan siswa dalam menyusun laporan keuangan.

Jadi intinya dalam siklus akuntansi neraca lajur atau kertas kerja tidak wajib dibuat, boleh dibuat boleh tidak.

Bentuk-bentuk kertas kerja atau neraca lajur dalam akuntansi



Dalam akuntansi keuangan khususnya akuntansi dasar dikenal 4 jenis bentuk dari kertas kerja, keempat bentuk kertas kerja tersebut adalah bentuk kertas kerja 6 kolom, bentuk kertas kerja 8 kolom, bentuk kertas kerja 10 kolom dan bentuk kertas kerja 12 kolom.

Untuk memahami lebih jelas silahkan amati gambar keempat bentuk kertas kerja berikut ini :

Gambar bentuk-bentuk kertas kerja atau neraca lajur

Keterangan Gambar bentuk kertas kerja
Bentuk kertas kerja yang pertama adalah bentuk kertas kerja 6 kolom, Pada kolom 1 dan 2 bernama kolom neraca saldo, kolom 3 dan 4 bernama kolom laba-rugi, dan kolom 5 dan 6 bernama kolom neraca.

Bentuk kertas kerja yang kedua adalah bentuk kertas kerja 8 kolom, Pada kolom 1 dan 2 bernama kolom neraca saldo, kolom 3 dan 4 bernama kolom penyesuaian, kolom 5 dan 6 bernama kolom laba-rugi dan kolom 7 dan 8 bernama kolom neraca.

Bentuk kertas kerja yang ketiga adalah bentuk kertas kerja 10 kolom, Pada kolom 1 dan 2 bernama kolom neraca saldo, kolom 3 dan 4 bernama kolom penyesuaian, kolom 5 dan 6 bernama kolom neraca saldo disesuaikan, kolom 7 dan 8 bernama kolom laba-rugi dan kolom 9 dan 10 bernama kolom neraca.

Bentuk kertas kerja yang keempat adalah bentuk kertas kerja 12 kolom, Pada kolom 1 dan 2 bernama kolom neraca saldo, kolom 3 dan 4 bernama kolom penyesuaian, kolom 5 dan 6 bernama kolom neraca saldo disesuaikan, kolom 7 dan 8 bernama kolom laba-rugi, kolom 9 dan 10 bernama kolom perubahan modal dan kolom 11 dan 12 bernama kolom neraca.

Demikianlah pembahasan tentang apa itu kertas kerja, apa fungsinya dan seperti apa bentuknya?, penulis berharap setelah memahami artikel ini anda belum puas karena yang penulis bahas disini hanya perkenalan saja tentang kertas kerja, setelah artikel ini silahkan pahami tentang kertas kerja berikutnya yaitu tentang bagaimana menyusun kertas kerja dan contoh soal penyusunan kertas kerja.

KERTAS KERJA ATAU NERACA LAJUR DALAM AKUNTANSI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.