CONTOH KASUS JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas cara penyusunan Jurnal penyesuaian perusahaan dagang baik dengan pendekatan ikhtisar maupun dengan pendekatan HPP.



Jika anda masih kurang paham tentang bagaimana menyusun jurnal penyesuaian perusahaan dagang silahkan menuju link tersebut. Jika anda sudah paham tata cara menyusun jurnal penyesuaian perusahaan dagang, maka perkuatlah pemahaman anda dengan contoh soal dan penyelesainnya berikut ini :

Usaha dagang (UD) farid abdillah pada tahun 2013 memiliki informasi pada neraca saldo dan data-data penyesuaian pada akhir periode sebagai berikut :

Ilustrasi kasus jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Diketahui pada neraca saldo UD farid abdillah terdapat saldo persediaan barang dagangan senilai Rp 7.500.000, saldo peralatan senilai Rp 3.000.000, saldo perlengkapan sebesar 1000.000.
Data-data penyesuaian pada akhir periode 2013 adalah sebagai berikut :
  1. Persediaan barang dagang yang tersedia pada 31 desember 2013 sebesar 8.000.000 rupiah
  2. Peralatan dalam satu tahun ditaksir mengalami  penyusutan sebesar 10%. 
  3. Akun Perlengkapan yang telah digunakan selama satu periode adalah  Rp 700.000
  4. Pada bulan mei 2013 telah dibayarkan Sewa gudang sebesar Rp 1.200.000 untuk 12 bulan.
  5. Beban iklan yang belum terbayar hingga akhir periode sebesar Rp 300.000

Berdasarkan data-data diatas maka jurnal penyesuaian yang disusun dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi adalah sebagai berikut:

penyusunan jurnal penyesuaian dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi

Dari gambar jurnal penyesuaian perusahaan dagang diatas dapat dijelaskan analisisnya sebagai berikut :

Analisis jurnal penyesuaian perusahaan dagang dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi

Jurnal penyesuaian persediaan barang dagang



Langkah pertama memindahkan saldo persediaan barang dagang awal ke akun ikhtisar labarugi dengan mendebit saldo Ikhtisar laba-rugi dan mengkredit persediaan barang dagang awal (tertera dalam neraca) sebesar nilai persediaan barang dagang awal.

Langkah kedua memunculkan saldo persediaan barang dagang akhir dengan cara mendebit saldo persediaan barang dagang akhir (tertera dalam data penyesuaian) dan mengkredit saldo akun Ikhtisar laba-rugi sebesar nilai persediaan barang dagang akhir

Jurnal penyesuaian penyusutan peralatan selama satu tahun

Dalam neraca saldo diketahui saldo peraltan sebesar Rp 3000.000 sehingga penyusutan peralatan selama 1 tahun dapat diketahui dengan perhitungan:
10% x 3000.000 = 300.000 rupiah.

Jurnal penyesuaia pemakaian perlengkapan

Dalam neraca saldo diketahui adanya saldo akun perlengkapan sebesar 1000.000, dengan demikian dapat diartikan bahwa UD Farid menggunakan pendekatan neraca dalam pembukuannya sehingga jurnal penyesuaian yang disusun adalah dengan mendebit akun beban perlengkapan sebesar 700.000 dan mengkredit akun perlengkapan sebesar 700.000.

Perlengkapan dikredit karena telah terjadi pengurangan perlengkapan selama periode berjalan akibat penggunaan perlengkapan tersebut.

Beban perlengkapan didebit karena perlengkapan yang telah digunakan diakui sebagai beban perlengkapan, dengan demikian memunculkan atau menambah saldo beban, sesuai prosedur jika beban bertambah maka harus didebit.

Jurnal penyesuaian beban sewa

Sewa gudang dibayarkan dalam bulan mei 2013 untuk 12 bulan yaitu sampai bulan april 2014, dengan demikian UD Farid hingga hingga akhir periode 2013 harus mengakui beban sewa selama 8 bulan sebesar Rp 800.000 dengan perhitungan 8/12 x 1200.000.

Dalam hal ini UD farid menggunakan pendekatan laba-rugi dalam menyesuaikan beban sewa, hal ini diketahui dari data penyesuaiannya bahwa UD Farid telah membayar beban sewa,

dengan demikian ketika pembayaran UD Farid mencatatnya sebagai beban sew gudang bukan sebagai beban sewa gudang dibayar dimuka.

Adapun jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagaimana ditampilkan dalam gambar. Dengan mengkredit akun beban sewa sebesar 500.000 maka saldo beban sewa pada periode 2013 akan menampilkan saldo yang sebenarnya yaitu 800.000. (ketika pencatatan telah tercatat beban sewa 1200.000 debit, lalu disesuaikan beban sewa 500.000 kredit sehingga saldo akhirnya beban sewa 800.000 debit)

Jurnal penyesuaian beban iklan yang belum terbayar

Beban iklan sebesar 300.000 belum terbayar hingga akhir periode tahun 2013 sehingga pada akhir periode harus disesuaikan dengan mendebit beban iklan dan mengkredit utang iklan.

Beban iklan didebit karena pada periode tersebut UD Farid telah menggunakan jasa iklan sehingga harus mengakui (memunculkan) beban iklan, sedangkan utang iklan kredit, karena beban iklan belum terbayar sehingga diakui sebagai utang iklan dalam periode tersebut, dengan kata lain utang bertambah jika utang bertambah maka ditempatkan dikredit.

Demikianlah contoh kasus dan penyeslesaian jurnal penyesuaian perusahaan dagang dengan pendekatan ikhtisar laba-rugi. Untuk selanjutnya akan dicontohkan soal jurnal penyesuaian perusahaan dagang dengan pendekatan HPP. Semoga artikel Contoh kasus jurnal penyesuaian perusahaan dagang dapat membantu anda memahami jurnal penyesuaian perusahaan dagang.

CONTOH KASUS JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

5 komentar:

  1. permisi kakak...
    mau tanya,...
    kalau mau pasang iklan disini bisa nggak ?
    makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iklan apa ya? selama iklannya masih relevan dengan isi blog ini bisa saja,, silahkan kirim detail ke contact yang ada di menu atas blog ini

      Delete
  2. kenapa ya saya msih bingun dgn akutansi nih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang masih bingung di bagian mana ya? silahkan saudara perjelas agar saya dapat menangkap permasalahan anda dengan baik,

      Delete
  3. artikel tentang jurnalnya bagus saya jadi lebih mengerti tentang jurnal perusahaan

    ReplyDelete

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.