CARA MUDAH MENYUSUSUN NERACA SALDO PERUSAHAAN JASA

Menyusun neraca saldo adalah langkah yang dilakukan setelah menyusun buku besar. Neraca saldo disusun berdasarkan buku besar, inilah sebabnya neraca saldo hanya dapat disusun setelah pempostingan jurnal umum ke buku besar.



Dalam artikel sebelumnya telah dibahas secara tuntas deskripsi neraca saldo, yang didalamnya dibahas pengertian neraca saldo, fungsi neraca saldo dan bentuk atau format neraca saldo.

Nah dengan demikian saudara saya anggap sudah dapat menjawab apa itu neraca sado dan mengapa harus menyusun neraca saldo.

Untuk melengkapi penguasaan materi terkait neraca saldo maka pertanyaan selanjutnya yang harus dijawab adalah bagaimana cara menyusun neraca saldo???

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka diartikel ini akan dibahas cara mudah menyusun neraca saldo perusahaa jasa. Jika artikel ini telah anda pahami maka silahkan pahami juga cara membuat neraca saldo perusahaan dagang.

Pada dasarnya untuk menyusun neraca saldo tidak terlalu banyak membutuhkan pemikiran, hal ini karena neraca saldo dapat disusun atau dibuat dengan sangat mudah.

Namun meskipun mudah anda jangan meremehkannya karena penyusunan neraca saldo yang asal-asalan dapat membuat anda terjebak pada kekeliruan.

Untuk jelasnya silahkan simak tata cara penyusunan neraca saldo berikut ini :

4 langkah mudah dalam menyusun neraca saldo

1) Siapkanlah pena,penggaris dan buku kemudian buatlah 4 kolom, kolom kesatu berisi “kode akun” kolom kedua berisi “nama akun” kolom ketiga berisi “saldo akun yang didebit” dan kolom keempat berisi “saldo akun yang diredit”. Inilah yang disebut format neraca saldo, Jika anda lupa formatnya, lihat lah gambar dibawah.

2) Lihatlah kembali buku besar yang telah anda susun pada periode yang sama dengan neraca saldo yang akan disusun.

3) Setelah melihat dan mengamati buku besar, selanjutnya yang anda lakukan adalah memindahkan kode akun, nama akun dan saldo total masing-masing akun buku besar ke neraca saldo yang telah anda gambarkan formatnya sebagaimana pada langkah 1.


4) Langkah terakhir, setelah kode, nama dan saldo toatal akun dipindahkan ke neraca saldo dengan urut mulai dari kode akun yang kecil (kode akun harta lancar) sampai kode akun yang besar (kode akun beban atau biaya),

maka selanjutnya jumlahkanlah saldo total debit dan kredit pada kolom ke tiga dan keempat neraca saldo. Salah satu indikator neraca saldo yang benar yaitu menunjukan saldo total debit dan saldo total kredit yang sama (balance). Untuk memperjelas penjelasan keempat langkah ini, silahkan amati gambar dibawah ini :

Gambar Proses penyusunan neraca saldo

gambar langkah-langkah pembuatan neraca saldo

Gambar diatas hanyalah penyusunan neraca saldo sebagian, yaitu untuk akun kas dan perlengkapan, mudah-mudahan gambar diatas dapat mewakili prosedur dalam penyusunan neraca saldo perusahaan jasa. Nahh jika neraca saldo telah disusun secara lengkap maka hasilnya seperti contoh berikut ini:

contoh Neraca saldo perusahaan jasa

Kesimpulan
Neraca saldo disusun setelah pempostingan jurnal umum ke buku besar, mengapa hal ini karena untuk membuat neraca saldo dibutuhkan buku besar sebagai sumber.

Setelah penyusunan neraca saldo maka rangkaian siklus akuntansi berikutnya adalah pembuatan jurnal penyesuaian, silahkan pahami dengan baik. Demikianlah pembahasan cara mudah membuat neraca saldo perusahaan jasa.

CARA MUDAH MENYUSUSUN NERACA SALDO PERUSAHAAN JASA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

8 komentar:

  1. kalau di buat ke jurnal umum bagaimana ea ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya bagaimana mba asma? jurnal umum dibuat atau disusun dari adanya bukti transaksi keuangan, jadi setiap ada transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan pastinya akan muncul bukti transaksi, nah dari bukti transaksi tersebut kemudian dibuatlah jurnal umum selanjutnya jurnal umum diposting kedalam buku besar, setelah itu disusunlah neraca saldo seperti yang dibahas dalam artikel ini.

      Delete
  2. terimakasih banyak kak Andi sudah banyak berbagi lmunya boleh ya saya share ke temen-temen

    ReplyDelete
  3. Sama-sama mas radenmas tanto,,, silahkan share kepada temannya jika memang artikel ini bermanfaat

    ReplyDelete
  4. Kalau saldo di buku besar sudah nol apakah dibawa ke neraca saldo nama akunnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apabila suatu akun dalam buku besar saldonya 0 (nol) maka tidak usah diikutkan ke neraca saldo.

      Delete
  5. pak saya mau bertanya, apa bedanya buku besar pada artikel ini dengan buku besar di artikel bapak yang berjudul "cara posting jurnal umum ke buku besar secara tepat"? saya kurang paham, kenapa di artikel "cara posting jurnal umum ke buku besar secara tepat" setiap data debet dengan debet sama, kredit dan kredit sama. tapi kalau di artikel yang ini, nilai antara debet dengan debet nya lagi beda. jadi mohon dibalas yah pak, saya ada tugas dari dosen, terimakasih

    ReplyDelete
  6. Oke mbak Risma saya jawab, Pada Intinya pempostingan jurnal umum ke buku besar (pada postingan sebelumnya)
    hanyalah memindahkan total saldo dari setiap akun dalam jurnal umum ke buku besar, jadi tidak ada perhitungan disini tugas kita hanya memindahkan saja dari jurnal umum ke buku besar.

    Posisi debit dipindah ke posisi debit begitu juga sebaliknya posisi kredit dipindah ke posisi kredit dengan jumlah saldo yang sam ( tertera) dalam jurnal umum.

    Sedangkan dalam artikel ini, Ada unsur perhitungan yaitu terjadi pengurangan saldo jika saldo awal Debet lalu muncul saldo kredit (seperti Akun kas di atas) sebaliknya akan terjadi penambahan jika saldo awal debet lalu
    muncul saldo berikutnya debet ( seperti akun perlengkapan di atas)...

    langkah selanjunya hanya memindahkan saldo akhir buku besar ke neraca saldo, debit dipindah ke debit begitu juga sebaliknya kredit dipindah ke kredit dengan nilai rupiah sesuai dengan saldo akhir buku besar

    Semoga membantu...

    ReplyDelete

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.