CARA MUDAH MENYUSUN KERTAS KERJA PERUSAHAAN JASA

Kertas kerja memiliki fungsi untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan, namun demikian kertas kerja tidak harus disusun dalam siklus akuntansi sebagaimana telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang pengertian, fungsi dan bentuk kertas kerja.



Bagi anda yang sedang belajar atau mengajarkan kertas kerja dalam mata pelajaran akuntansi, maka artikel ini dapat menjadi penguat atau referensi dalam memahami kertas kerja khususnya dalam menyusun kertas kerja perusahaan jasa.

Untuk mempermudah dalam memahami pembuatan kertas kerja maka dalam artikel ini diberikan sebuah gambar sederhana untuk menampilkan preses penyusunan kertas kerja,

langsung saja silahkan amati gambar berikut ini untuk memahami cara membuat kertas kerja khusunya dalam perusahaan jasa, sedangkan penyusunan kerja dalam perusahaan dagang akan dibahas secara terpisah dalam artikel cara membuat kertas kerja perusahaan dagang.

Gambar proses penyusunan kertas kerja perusahaan jasa


proses penyusunan kertas kerja perusahaan jasa

Berdasarkan gambar diatas maka dapat terlihat kertas kerja yang dibuat di artikel ini adalah bentuk kertas kerja 10 kolom.

Sebelum menyusun kertas kerja ada dua hal yang sangat penting yang harus dibuat terlebih dahulu yaitu neraca saldo dan jurnal penyesuaian dalam periode tersebut.

Apabila kedua-duanya tidak ada ataupun salah satunya tidak ada maka kertas kerja atau neraca lajur tidak dapat disusun karena kedua komponen tersebut adalah dasar penyusunan kertas kerja.

Untuk keterangan gambar penyusunan kertas kerja diatas adalah sebagai berikut :

5 Langkah mudah menyusun kertas kerja



1) Mengisi nomor atau kode akun, nama-nama akun dan saldonya dengan mengutip atau mengambil dari data neraca saldo, sehingga datanya sama dengan data pada neraca saldo tidak boleh berbeda.

2) Pindahkan data dalam jurnal penyesuaian kedalam kertas kerja dengan menempatkan saldonya pada kolom penyesuaian sesuai atau lurus dengan nama akunnya.

Apabila terdapat nama akun dalam jurnal penyesuaian yang tidak tercantum pada neraca saldo atau tidak ada dalam kolom nama akun yang telah diisi pada langkah 1 diatas, maka tulislah nama akun tersebut dibawah nama-nama akun neraca saldo dalam kertas kerja.

3) Menambahkan atau mengurangkan saldo dalam kolom neraca saldo dengan saldo dalam kolom penyesuaian.

Jika saldo neraca saldo di posisi debit dan kolom saldo penyesuaiannya di posisi debit maka jumlahkan dan hasilnya ditulis di kolom neraca saldo disesuaikan pada posisi debit sebaliknya jika saldo dalam kolom neraca saldo diposisi kredit dan penyesuaiaany diposisi kredit maka jumlahkan dan taruh hasilnya dikolom neraca saldo disesuaikan posisi kredit,

namun jika terdapat saldo dalam neraca saldo posisi debit dan penyesuaian posisi kredit (berlawanan) maka carilah selisihnya (kurangkan) dan tempatkan hasilnya dineraca saldo disesuaikan dengan posisi debit dan kreditnya tergantung pada saldo yang lebih besar apakah saldo debit ataukah saldo kredit,

jika saldo yang lebih besar adalah saldo debit maka berarti possisi dalam neraca saldo disesuaikan posisi debit dan sebaliknya. Apabila terdapat akun yang tidak ada penyesuaiannya maka tinggal dipindahkan saja akun tersebut ke neraca saldo disesuaikan,

sebaliknya jika ada penyesuaian yang tidak ada saldo dalam kolom neraca saldonya (akun-akun yang tidak ada di neraca saldo yang ditempatkan dibawah nama-nama akun neraca saldo kertas kerja) maka tinggal pindahkan saja langsung ke neraca saldo disesuaikan.

Jadi intinya neraca saldo disesuaikan berisi semua saldo dalam neraca saldo setelah beberapa akun disesuaikan.

4) Pindahkan semua akun nominal atau disebut juga akun sementara yaitu akun pendapatan dan beban pada kolom laba-rugi seseuai debit dan kreditnya.

Dan pindahkan akun riil yang meliputi akun harta (aktiva), akun hutang dan akun modal ke kolom neraca sesuai debit dan kreditnya.

5) Jumlahkanlah dari atas ke bawah mulai dari kolom penyesuaian, kolom neraca saldo disesuaiakan, kolom laba-rugi, dan kolom neraca sehingga diketahui saldo total debit dan kredit masing-masing kolom.

Untuk kolom penyesuaian dan kolom neraca saldo disesuaikan akan dihasilkan saldo total yang sama antara debit dan kreditnya pada masing-masing kolom tersebut,

sedangkan kolom laba-rugi dan neraca akan dihasilkan kolom yang berbeda antara debit dan kreditnya kecuali jika dalam perusahaan itu terjadi impas tidak laba-tidak rugi.

Jika perusahaan tersebut laba maka saldo dalam kolom laba-rugi akan menunjukan saldo kredit yang lebih besar sedangkan jika rugi maka menunjukan saldo debit yang lebih besar.

Pada kolom neraca jika terjadi laba maka akan menunjukan saldo debit yang lebih besar dan jika rugi maka akan menunjujan saldo kredit yang lebih besar.

Dengan demikian selisih antara debit dan kredit pada kolom laba-rugi dan kolom neraca menunjukan saldo laba atau saldo rugi perusahaan, dan pastinya selisih yang ada dalam kolom laba-rugi akan besarnya sama dengan selisish yang ada dalam kolom neraca.

Demikianlah pembahasan cara menyusun kertas kerja perusahaan jasa, setelah memahami artikel ini disarankan kepada anda untuk memahami juga contoh soal penyusunan kertas kerja. Semoga apa yang dibahas diartikel ini dapat meningkatkan pemahaman anda tentang cara menyusun kertas kerja perusahaan jasa dengan benar.

CARA MUDAH MENYUSUN KERTAS KERJA PERUSAHAAN JASA Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Andi Pujianto

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan saudara berinteraksi dengan penulis lewat penyampaian pesan dalam kotak komentar, pesan yang saudara sampaikan dapat berupa saran, berupa kritikan, pertanyaan, ataupun berupa pesan lainnya yang bersifat membangun.